KSAL Saksikan Peluncuran Rudal C-705 Di Laut Natuna
Natuna, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M memimpin langsung peluncuran senjata strategis Rudal C-705 dari pusat informasi tempur (PIT) KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Laut Natuna, Kamis (08/04/2021).
Dua Rudal C-705 yang diluncurkan oleh KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 tepat mengenai KRI Balikpapan yang sudah dipensiunkan. Dua Rudal C-705 yang mengenai KRI Balikpapan langsung menenggelamkan bekas KRI tersebut.
Rudal C-705 merupakan jenis peluru kendali yang ditembakan dari permukaan untuk sasaran permukaan atau ditembakan dari kapal dan sasaran kapal. Memiliki panjang 4.355 m dan diameter 0.28 m.

"Tadi kita lihat bersama, baru saja kita melaksanakan penembakan rudal C-705 di laut natuna ini dan alhamdulillah dua duanya mengenai sasaran", jelas KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.
KSAL juga berterima kasih kepada seluruh jajaran staff AL dan kepada seluruh unsur KRI yang menjadi unsur dalam latihan pra armada jaya tersebut.

Latihan yang akan berlangsung hingga 15 April 2021 mendatang ini adalah geladi latihan Pra Armada Jaya 2021 yang merupakan latihan matra TNI AL yang terdiri dari latihan operasi laut gabungan (Opslagab) dilaksanakan oleh Koarmada II Surabaya, latihan operasi gabungan amfibi (Opsgabfib) dilaksanakan oleh Koarmada I Jakarta, latihan pasukan pendarat Korps Marinir (Pasrat Kormar) dilaksanakan oleh Kormar, latihan operasi pendaratan administrasi (Opsratmin) dilaksanakan oleh Kolinlamil dan latihan operasi pertahanan pantai (Opshantai) dilaksanakan oleh Koarmada I dalam hal ini Lantamal IV Tanjung Pinang.
Latihan ini bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit TNI AL serta kesiapsiagaan peralatan tempur atau Alutsista TNI AL di lapangan. Alutsista yang dilibatkan dalam latihan ini yakni antara lain kapal perang meliputi; KRI R.E. Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Fatahillah-361, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Nanggala-401, KRI Aluguro-405, KRI Diponegoro 365, KRI Bung Tomo-357, KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Tjiptadi-381, KRI Pulau Rangsang-727, KRI Sutedi Senaputra–378, KRI Imam Bonjol-383, KRI Sembilang–850 dan 5 pesawat udara, 10 kendaraan tempur yang terdiri dari BTR-50 6 unit dan BMP-3F sebanyak 4 unit.

Latihan ini merupakan implementasi dari 9 prioritas utama Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M. dalam peningkatan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut guna mewujudkan SDM TNI AL yang unggul. (rgp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































