Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Lambung Mangkurat-374 menguji kemampuan tempur perwiranya di perairan perbatasan. Kapal perang jajaran Komando Armada (Koarmada) I tersebut sukses menghantam sejumlah target di atas permukaan laut.
Komando Armada (Koarmada) I memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi mengenai wafatnya Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi. Pihak TNI AL membantah adanya dugaan penganiayaan dan memastikan, penyebab kematian sang prajurit bukan karena tindakan kekerasan.
Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Laksda Farid Ma'ruf menyambangi Markas Komando Armada (Koarmada) I, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (28/4). Pertemuan ini fokus membahas penguatan kedisiplinan serta pembinaan hukum bagi seluruh prajurit di jajaran Koarmada I.
Gerbong promosi di tubuh TNI AL kembali bergerak. Sebanyak tujuh perwira menengah (pamen) berpangkat kolonel resmi pecah bintang usai melaporkan kenaikan pangkat kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Jakarta, Kamis (25/3).
TNI AL menyiagakan kekuatan di wilayah perairan strategis. Sebanyak tiga kapal perang (KRI) menggelar latihan tempur mulai dari simulasi serangan udara hingga manuver taktis di tengah laut.
TNI AL kembali memperketat penjagaan di wilayah perbatasan. Tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) melakukan manuver taktis dan menggelar latihan tempur di perairan strategis Laut Natuna Utara, Selasa (3/3).
TNI AL memperketat penjagaan di wilayah perbatasan strategis Laut Natuna Utara. Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I memadukan kekuatan unsur laut dan udara dalam sebuah latihan tempur terpadu pada beberapa waktu lalu.
Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada (Koarmada) I menghadapi situasi genting di Laut Natuna Utara. Radar mereka menangkap pergerakan kapal asing yang nekat mencuri ikan dengan pengawalan ketat kapal perang negara tetangga.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksamana Madya Denih Hendrata, mengambil langkah strategis untuk memperkuat pertahanan laut wilayah barat. Ia resmi mengalihkan kendali pembinaan enam unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ke jajaran Koarmada I yang berpusat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.