Tiga KRI Manuver di Laut Natuna Utara, Latihan Tempur Serangan Udara

Jakarta, IDM – TNI AL kembali memperketat penjagaan di wilayah perbatasan. Tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) melakukan manuver taktis dan menggelar latihan tempur di perairan strategis Laut Natuna Utara, Selasa (3/3).
Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I mengerahkan tiga armada andalannya, yakni KRI Wiratno-379, KRI Teuku Umar-385, dan KRI Silas Papare-386. Ketiga kapal jenis korvet ini tengah menjalankan tugas bawah kendali operasi (BKO) untuk pengamanan perbatasan negara.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, menjelaskan latihan ini bertujuan mengasah naluri tempur prajurit. Pihaknya memfokuskan materi latihan pada kemampuan pertahanan anti-serangan udara (air defence).
Baca Juga: Gelar Latihan Menembak Pistol, Pangdivif 3 Kostrad: Naluri Tempur Harus Tetap Hidup
"Setiap unsur melaksanakan prosedur deteksi, pelacakan (tracking), identifikasi, hingga penindakan sasaran (engagement) terhadap ancaman yang datang dari udara," ujar Ary dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3).

Uji Kekompakan Antarkapal
Dalam skenario latihan tersebut, ketiga kapal perang tidak bekerja sendiri-sendiri. Mereka membangun koordinasi taktis dan komunikasi tempur secara terpadu.
Ary menekankan pentingnya kemampuan kerja sama antarunit atau interoperabilitas. Hal ini bertujuan memastikan para komandan kapal dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat di medan operasi yang sesungguhnya.
Baca Juga: TNI Masih Lakukan Penelusuran Terkait Prajurit Lolos Rekruitmen tapi Tersandung Perkara Hukum
"Kami menguji sinkronisasi sistem sensor dan kendali tembak secara bersamaan. Tujuannya untuk menciptakan respons pertahanan udara yang efektif dan terukur," tambahnya.
Jaga Beranda Depan Negara
Selain menguji sistem senjata, ketiga KRI juga mempraktikkan manuver taktis. Para prajurit menguji berbagai formasi tempur untuk merespons potensi ancaman dengan cepat.
Kegiatan ini, kata Ary, berlangsung aman dan lancar. Latihan ini menjadi bukti komitmen Koarmada I dalam menjaga kedaulatan serta memperkuat daya tangkal pertahanan laut Indonesia di kawasan perbatasan utara yang bernilai strategis tinggi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































