HANKAM

Skenario Tegang di Natuna! TNI AL Hadapi 2 Kapal Perang Asing Kawal Pencuri Ikan

Satkat Satkat Koarmada I
Prajurit Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I fokus mengamati pergerakan kontak permukaan melalui konsol simulator di Pusat Kapal Perang (Pusatkaprang) Kolat Koarmada I, Jakarta, Senin (23/2). Latihan ini mensimulasikan skenario pengamanan ZEE di Laut Natuna Utara. (Foto: Dok. Koarmada I)

Jakarta, IDM – Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada (Koarmada) I menghadapi situasi genting di Laut Natuna Utara. Radar mereka menangkap pergerakan kapal asing yang nekat mencuri ikan dengan pengawalan ketat kapal perang negara tetangga.

Ketegangan ini merupakan bagian dari skenario latihan simulator yang berlangsung di Pusat Kapal Perang (Pusatkaprang) Komando Latihan Koarmada I, Jakarta, Senin (23/2). Prajurit TNI AL mengasah naluri tempur mereka dalam menjaga Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, menjelaskan detail simulasi yang memacu adrenalin tersebut. Ia menuturkan, unsur patroli mendeteksi tiga kapal ikan asing yang mencurigakan.

Baca Juga: Unhan RI Gandeng Thales Perkuat Kerja Sama Keamanan Siber

"Unsur patroli kami mendeteksi tiga kapal ikan asing yang diduga melakukan pencurian ikan (illegal fishing). Mereka bahkan mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) di wilayah yurisdiksi Indonesia untuk mengelabui petugas," ujar Ary, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Selasa (24/2).

Muncul Kapal Perang Asing

Situasi latihan kian memanas. Ary mengungkapkan, ancaman tidak hanya datang dari kapal ikan. Radar TNI AL tiba-tiba menangkap pergerakan unsur kombatan asing yang mendekat.

"Situasi semakin kompleks ketika radar menangkap dua kapal perang asing bermanuver di sekitar batas ZEE. Posisi mereka hanya berjarak sekitar 12 mil laut dari lokasi kejadian," jelasnya.

Siaga Tempur Terbatas

Menghadapi provokasi tersebut, komandan kapal perang di lapangan segera mengambil keputusan taktis. Ia melaporkan situasi secara berjenjang kepada komando atas dan menetapkan status kesiapsiagaan tempur terbatas tanpa melakukan tindakan yang memancing konflik terbuka.

Baca Juga: 21 Perwira dari Tiga Matra Ikuti Pendidikan Arhanud TNI AD

Ary menambahkan, prajurit Satkat Koarmada I juga menyiapkan pasukan khusus untuk melakukan penindakan hukum di laut.

"Kami menyiapkan tim VBSS sesuai prosedur hukum nasional dan ketentuan internasional. Seluruh tindakan prajurit berpedoman pada prinsip Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS 1982)," tegas Ary.

Latihan simulator ini bertujuan mematangkan prosedur pengambilan keputusan komandan kapal perang dan kesiapan tim di lapangan saat menghadapi dinamika nyata di perbatasan utara Indonesia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.