KRI Lambung Mangkurat Hantam Sasaran lewat Penembakan Meriam 20 MM di Natuna

Jakarta, IDM – Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Lambung Mangkurat-374 menguji kemampuan tempur perwiranya di perairan perbatasan. Kapal perang jajaran Komando Armada (Koarmada) I tersebut sukses menghantam sejumlah target di atas permukaan laut.
Berdasarkan keterangan resmi Dinas Penerangan Komando Armada (Dispen Koarmada) I, latihan penembakan tersebut berlangsung di Perairan Laut Natuna, Selasa (20/10). Kegiatan ini bertujuan mengukur ketepatan tembakan sekaligus menguji kesiapsiagaan operasional alutsista.
Baca Juga: TNI AD Perketat Aturan Rumah Dinas, Ini Rinciannya
Dalam latihan ini, awak kapal mengerahkan meriam kaliber 20 mm dengan sasaran drum apung. Posisi target dipatok pada jarak 1.000 yard (sekitar 914 meter) dan 500 yard (sekitar 457 meter).
Sebanyak 150 butir amunisi jenis High Explosive Incendiary-Tracer (HEI-T) amunisi penembus berdaya ledak tinggi yang dilengkapi jejak cahaya—diberondongkan secara bergantian.
Dispen Koarmada I memastikan seluruh rangkaian latihan berjalan lancar tanpa kendala.
"Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar sesuai prosedur yang berlaku," tulis Dispen Koarmada I dalam keterangan resminya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































