Apel Kesiagaan Lalu Lintas dan Parkir Jelang HUT ke-80 TNI
Jakarta, IDM – Sejumlah personel Polisi Militer bersama Korlantas Polri mengikuti apel kesiagaan pengawalan lalu lintas dan pengaturan parkir jelang peringatan HUT ke-80 TNI di kawasan Monas, Jakarta, Senin (22/9). Apel ini diikuti sekitar 800 personel gabungan dari Puspom TNI, Polda Metro Jaya, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Apel digelar untuk memastikan kesiapan personel maupun materiil dalam mendukung kelancaran perayaan. Fokus utama pengamanan adalah pengendalian arus lalu lintas, pengaturan parkir, serta mengantisipasi kemacetan di sekitar kawasan Monas. Sebanyak 20 unit kendaraan pengawalan, baik roda dua maupun roda empat, juga disiagakan untuk mendukung kegiatan.
Baca Juga: Apel Kesiagaan Lalu Lintas dan Parkir Jelang HUT ke-80 TNI
Puncak perayaan HUT ke-80 TNI akan berlangsung pada 5 Oktober 2025. Sebanyak 140.000 prajurit serta 152 kendaraan taktis dan tempur akan dikerahkan untuk menyukseskan acara besar tersebut. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































