Aksi Pesawat Tempur dan The Jupiters TNI Hiasi Langit Monas di HUT ke-80 RI
Jakarta, IDM – Langit Jakarta dipenuhi atraksi udara spektakuler dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, (17/8).
Berbagai jenis pesawat melukis langit, menunjukkan manuver-manuver terbaik untuk memeriahkan delapan dekade Indonesia merdeka.
Tim aerobatik TNI AU, The Jupiters tampil bersama jajaran pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, T-50i Golden Eagle, hingga Hawk. Seluruh armada mengudara di atas kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Istana Merdeka, pusat upacara HUT RI ke-80.
Deru mesin pesawat tempur terdengar keras ketika pesawat-pesawat itu terbang rendah, membentuk formasi angka “80” di udara. Formasi ini dipersembahkan khusus untuk memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Persiapan Pesawat TNI AU untuk Demo Udara Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia
Dalam perayaan ini, ada juga pasukan penerjun payung yang merupakan anggota TNI Angkatan Darat, melakukan teknik “free fall” dari ketinggian 10.000 kaki di kawasan Monas. Dimana setelah prosesi penerjun payung usai, rombongan helikopter yang membawa bendera merah putih pun melintas di langit Jakarta. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































