Warga Jatiwaringin Antusias Saat Wing Komando I Kopasgat Bagikan Jumat Berkah
Jakarta, IDM – Wing Komando I Kopasgat membagikan nasi box kepada masyarakat daerah Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jumat (26/4).
Komandan Wing Komando I Kopasgat Kolonel Pas Helmi A. Nange mengatakan, kegiatan yang disebut Jumat berkah ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam membantu sesama saudara yang membutuhkan.
“Kegiatan jum’at berkah ini adalah wujud rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, diharapkan dengan pembagian nasi siap saji ini bisa mengurangi beban mereka dan memberi kebahagiaan untuk mereka,” ucap Helmi.
Baca Juga: Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU
Helmi mengatakan, kedatangan prajurit Kopasgat ke wilayah Jatiwaringin disambut dengan antusias oleh warga. Ia pun berharap agar semakin banyak warga yang tergerak untuk saling berbagi.
“Warga Jatiwaringin begitu antusias menyambut kedatangan kami, semoga dengan dibagikan nasi box siang ini bisa mengurangi beban warga di sana, dan semakin banyak lagi saudara-saudara kita yang bisa berbagi antar sesama. Sedikit bagi kita, berarti bagi mereka,” ujar Helmi. (nhn)
(Foto-foto: Dok. Pen Wing I Kopasgat)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































