Upacara Peringatan HUT ke-4 Koopsudnas
Jakarta, IDM - Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo melakukan pengecekan pasukan saat Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Koopsudnas di Markas Koopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (28/1). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh prajurit TNI Angkatan Udara serta pegawai negeri sipil di lingkungan Koopsudnas.
Peringatan HUT ke-4 Koopsudnas pada tahun ini mengusung tema “Dilandasi Semangat Labda Reswara Antarikshe, Komando Operasi Udara Nasional Bertekad Selalu Prima dalam Penugasan dan Ampuh dalam Menjaga Dirgantara Nasional Menuju Indonesia Maju.”
Baca Juga: Yonzipur 16/Dhika Anoraga Segera Rampungkan Jembatan Bailey di Akses Bandara Rembele
Komando Operasi Udara Nasional dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2019 sebagai strategi TNI Angkatan Udara dalam memperkuat daya tangkal strategis guna menghadapi tantangan serta perkembangan teknologi militer udara. Koopsudnas merupakan pengembangan dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) yang bertransformasi untuk menjawab kebutuhan pertahanan udara nasional yang semakin kompleks. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































