Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer 2026
Jakarta, IDM – Sejumlah personel gabungan TNI dan Polri mengikuti upacara gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi Polisi Militer Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Mabes TNI, Jakarta, Jumat (13/2). Operasi tahun ini mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju”.
Sebanyak 1.059 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Kekuatan yang dilibatkan terdiri atas unsur Polisi Militer Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Serta personel gabungan TNI, Komando Operasi Khusus (Koopsus), unit K9 Polisi Militer, serta dukungan lintas lembaga seperti Polri, Kejaksaan RI, Bea Cukai, dan unsur perhubungan.
Baca Juga: KSAL Resmikan SPPG Puspomal, TNI AL Perkuat Dukungan Program Makan Bergizi Gratis
Adapun alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan perlengkapan yang dikerahkan meliputi sepeda motor Polisi Militer TNI dan Lalu Lintas Polri, kendaraan pengawalan roda dua dan roda empat, unit K9, hingga kendaraan tahanan. Melalui Operasi Gaktib dan Yustisi ini, TNI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan hukum prajurit, menekan angka pelanggaran, serta memperkuat sinergi bersama Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































