TNI AL Peringati Hari Dharma Samudera di Teluk Jakarta
Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali melarungkan karangan bunga pada upacara peringatan Hari Dharma Samudera 2026 yang digelar di atas KRI Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 di perairan Teluk Jakarta, Kamis (15/1).
Dengan tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern”, peringatan Hari Dharma Samudera menjadi momentum refleksi bagi TNI AL untuk memperkuat karakter maritim, menjaga tradisi perjuangan di laut, serta memupuk semangat juang dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Baca Juga: Yonzipur 10 Kostrad Tuntaskan Pembersihan Limbah Kayu Banjir Bandang di Lintang Bawah
Hari Dharma Samudera merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang TNI AL yang telah mendharmabhaktikan jiwa dan raga bagi bangsa dan negara. Peringatan ini berakar dari berbagai pertempuran laut bersejarah sejak kemerdekaan, yang berpuncak pada pertempuran Laut Aru pada 15 Januari 1962, ketika Komodor Yos Sudarso gugur bersama tenggelamnya RI Macan Tutul dalam upaya mempertahankan kehormatan dan kedaulatan bangsa. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































