TNI AL Gelar Pesantren Kilat Ramadan untuk Pelajar di KRI Semarang
Jakarta, IDM – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengalungkan kartu tanda peserta kepada siswa yang mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di KRI Semarang-594 di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Rabu (11/3).
Kegiatan yang digelar setiap tahun selama bulan Ramadan oleh TNI Angkatan Laut ini bertujuan membangun karakter generasi muda yang religius, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat kemaritiman yang kuat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Militer Try Sutrisno di TMP Kalibata
Pesantren kilat Ramadan tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni pada 11 hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah Jakarta. Sebanyak 400 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan berbagai materi pembinaan yang dikemas dalam kegiatan edukatif dan keagamaan selama berada di atas kapal perang TNI Angkatan Laut.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti beragam agenda seperti kajian keislaman, pembinaan karakter, ibadah bersama, serta pengenalan lingkungan kapal perang guna menumbuhkan minat dan rasa nasionalis yang kuat. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































