IN FRAME

TNI AL Gandeng Empat Mitra Bank Pemerintah Untuk Kelola Dana APBN Non Gaji dan Gaji

TNI AL Gandeng Empat Mitra Bank Pemerintah Untuk Kelola Dana APBN Non Gaji dan Gaji01 / 01
(Dok Dispenal)
GALERI · FOTO 01 / 01
TNI AL Gandeng Empat Mitra Bank Pemerintah Untuk Kelola Dana APBN Non Gaji dan Gaji

TNI AL Gandeng Empat Mitra Bank Pemerintah Untuk Kelola Dana APBN Non Gaji dan Gaji

(Dok Dispenal)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut menggandeng empat mitra bank pemerintah dalam pengelolaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) non gaji dan gaji, yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, (03/01).

Keempat Bank tersebut adalah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) (Persero) Tbk.

Penandatanganan PKS dilaksanakan oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Poedji Santoso mewakili TNI AL, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto, Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar, serta Direktur Wholesale dan Kelembagaan BSI Anton Sukarna, yang disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan para Direktur Utama Mitra Bank Pemerintah.

Dalam sambutannya, KSAL menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan administrasi keuangan negara, baik untuk pengelolaan dana (APBN) Non Gaji, maupun penyediaan jasa layanan pembayaran gaji anggota melalui rekening perorangan (payroll) telah sejak lama bekerja sama dengan Mitra Bank Pemerintah dan dilaksanakan perpanjangan setiap tahunnya.

“Kerja sama yang telah terjalin selama bertahun-tahun dan kita lanjutkan hari ini merupakan bukti dari implementasi asas kepercayaan, manfaat, dan itikad baik yang telah dijalankan bersama dengan penuh rasa tanggung jawab dilandasi prinsip saling menguntungkan,” ujar KSAL.

KSAL menjelaskan pada tahun 2022 ini terdapat penambahan jumlah layanan Satuan Kerja (Satker) Mitra Bank yaitu Lanal Labuan Bajo, Satlinlamil 3 Makassar dan Lanmar 3 Sorong.

Sementara itu, khusus Satker layanan bank wilayah Aceh dalam hal ini Lanal Sabang dan Lanal Lhokseumawe dilaksanakan oleh BSI. Perjanjian kerja sama antara TNI Angkatan Laut dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) ini mengacu pada peraturan daerah Aceh (Qanun Aceh) nomor 11 tahun 2018 tentang lembaga keuangan syariah.

Hadir dalam acara tersebut Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, Irjenal Laksda TNI Sunaryo, Asrena KSAL Laksda TNI Abdul Rasyid K., Waaspers KSAL Brigjen TNI (Mar) Endang Taryo, para Kadis Mabesal terkait, Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Dirut BNI Royke Tumilaar, Dirut BRI Sunarso, Dirut BSI Hery Gunardi, serta para undangan lainnya. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.