TNI AD Bangun Jembatan Gantung Sementara di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, IDM - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan hancurnya sebuah jembatan di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekrak. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Sekrak dengan Kecamatan Bandar Pusaka. Putusnya jembatan membuat arus transportasi dan mobilitas warga antara dua kecamatan terhambat, sehingga berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, TNI Angkatan Darat berkolaborasi dengan Vertikal Rescue Indonesia membangun jembatan gantung sementara. Pembangunan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memulihkan kembali akses masyarakat yang terisolasi pascabencana banjir bandang.
Baca Juga: TNI AL Peringati Hari Dharma Samudera di Teluk Jakarta
Jembatan gantung sementara tersebut memiliki panjang sekitar 250 meter dan dirancang mampu menahan beban hingga 10 ton. Landasan jembatan menggunakan material papan dan kayu dengan ketebalan 4 sentimeter, sementara gapura penyangga dibuat dari material besi UNP. Sling utama yang digunakan berdiameter 20 milimeter guna menjamin kekuatan dan keamanan konstruksi.
TNI AD menargetkan pembangunan lima jembatan gantung sementara di wilayah terdampak, dengan jembatan pertama ditargetkan rampung pada akhir Januari. TNI AD berharap pembangunan jembatan ini dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang, serta membantu warga kembali menjalani kehidupan normal setelah bencana. (IDM/Muhammad Hidayat)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































