Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Prajurit, KSAU Serahkan Satu Unit Ambulans
Saumlaki (IDM) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyerahkan satu unit ambulans untuk Lanud I.G. Dewanto, di Mako Lanud I.G. Dewanto, Saumlaki, Maluku Tenggara, Selasa, (15/2).
Secara simbolis ambulans diserahkan oleh Kepala Induk Koperasi TNI Angkatan Udara (Kainkopau) Marsma TNI Tri Akhmad Rubangi yang diterima Komandan Lanud IG. Dewanto, Letkol Pas Yohanes M. Paulus.
Fadjar berharap, ambulans tersebut dapat meningkatkan pelayanan kesehatan prajurit Lanud IG. Dewanto serta operasional Klinik Lanud I.G. Dewanto.
Pria lulusan AAU 1988 ini juga berpesan agar ambulans yang telah diserahkan dapat dijaga dan dirawat dengan sebaik mungkin sehingga dapat bermanfaat bagi anggota TNI AU khususnya dan masyarakat yang berada di sekitar Lanud I.G. Dewanto. Pemberian ambulans ini merupakan bagian dari keseriusan TNI Angkatan Udara dalam membangun satuan jajaran di daerah sekaligus melengkapi sarana dan prasarana Lanud I.G. Dewanto. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































