Sosialisasi Kebaharian oleh TNI AL bagi Anggota Paskibraka Nasional 2023
Jakarta, IDM - Sebanyak 78 anggota Paskibraka Nasional 2023 dari 38 provinsi di Indonesia, hadir di acara sosialisasi kebaharian yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut. Kegiatan tersebut berlangsung di dalam KRI Banda Aceh yang bersandar di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, (21/8).
Dalam sosialisasi ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai ideologi Pancasila dan profil TNI Angkatan Laut. Tidak ketinggalan pengenalan KRI yang dilakukan dengan cara mengelilingi kapal. Sosialisasi tentang seluk beluk proses penerimaan prajurit TNI Angkatan Laut juga diberikan dalam kegiatan tersebut.
Acara sosialisasi kebaharian ini dimeriahkan juga dengan parade atribut TNI AL yang mempertunjukkan berbagai jenis peralatan tempur satuan.
Baca Juga: TNI Angkatan Laut Luncurkan Dua Kapal Tunda Buatan Dalam Negeri
Dengan mengikuti kegiatan tersebut, para anggota Paskibraka Nasional 2023 diharapkan dapat memahami, dan menambah wawasan agar tumbuh minat generasi muda di bidang kemaritiman.
(IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































