Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Menteri Pertahanan Republik Ceko
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kedatangan
Menteri Pertahanan Republik Ceko, H.E. Jana Černochová dalam upacara penyambutan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, (18/2).
Dalam kesempatan tersebut kedua pejabat meletakkan karangan bunga, dan memberi penghormatan di "Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam".
Setelah upacara, Sjafrie dan Černochová menggelar pertemuan tertutup untuk melakukan pembicaraan, terkait penguatan kerja sama bilateral di sektor pertahanan.
Di akhir pertemuan, Sjafrie menyerahkan cendera mata berupa miniatur Medium Tank Harimau kepada Černochová. Sebaliknya Černochová kemudian memberikan plakat kepada Sjafrie, sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Baca Juga: Selesai Menunaikan Tugas, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O/UNIFIL Kembali ke Indonesia
Černochová merupakan pejabat negara asing ketiga, yang berkunjung ke Kementerian Pertahanan sepajang tahun 2025, setelah Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani, dan Menteri Pertahanan Prancis Sébastien Lecornu.
Rangkaian pertemuan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat diplomasi pertahanan dengan berbagai negara mitra strategis. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































