Sjafrie Sjamsoeddin Menerima Kunjungan Menteri Pertahanan Prancis
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Prancis Sébastien Lecornu, mengikuti upacara jajar kehormatan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (31/1).
Keduanya memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih dan bendera Prancis, dilanjutkan peletakan karangan bunga dan penghormatan di Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam.
Usai upacara, kedua menteri menggelar pertemuan tertutup terkait penguatan kerja sama bilateral di bidang pertahanan. Pembahasan mencakup berbagai aspek strategis, termasuk modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), pengembangan industri pertahanan, pendidikan dan pelatihan militer, serta peningkatan kerja sama dalam forum dialog pertahanan.
Baca Juga: Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle (R91) Bersandar di Lombok
Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie memberikan cendera mata kepada Lecornu berupa senjata Pindad SS2 V4 A2. Sebaliknya Lecornu memberikan sebuah plakat kepada Sjafrie. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































