Sertijab Menteri Pertahanan dari Prabowo Subianto kepada Sjafrie Sjamsoeddin
Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan memorandum kepada Sjafrie Sjamsoeddin selaku Menteri Pertahanan yang baru, dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/10).
Sertijab ditandai dengan penandatangan dan penyerahan Memorandum Pelaksanaan Tugas Menteri Pertahanan oleh Prabowo Subianto selaku menteri pertahanan periode 2019-2024, kepada Sjafrie Sjamsoeddin sebagai pejabat baru periode 2024-2029.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata berupa poster bergambar Prabowo berukuran besar yang dibawa menggunakan mobil, diiringi pawai musik.
Baca Juga: Panglima TNI dan Kapolri Meninjau Apel Gelar Pengamanan Pelantikan Presiden di Monas
Nampak hadir sejumlah tokoh seperti mantan Menko Polhukam Mahfud MD; Ketua Umum DPP Pepabri Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar; dan Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Wiranto.
Selesai upacara, Prabowo didampingi Sjafrie, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan KSAL Laksamana Muhammad Ali diarak menuju Istana Negara menggunakan kendaraan maung diiringi marching band.
(IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































