Sambangi Kemhan, Taruna Akmil Dapat Pembekalan dari Menhan Prabowo
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada 31 Taruna Tingkat III Akademi Militer (Akmil) Sersan Mayor Dua Taruna (Sermadatar) di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Kamis (23/12/2021).
Menhan Prabowo berharap para taruna dapat menempa diri agar menjadi perwira TNI yang berdedikasi untuk bangsa dan negara.

“Taruna-taruna Akmil adalah calon-calon pemimpin bangsa. Selalu bela rakyat. Bela yang lemah dan bela yang tertindas,” pesan Menhan.
Tak hanya itu, sebagai generasi penerus dan cikal bakal pimpinan TNI di masa mendatang, para Taruna Akmil juga harus selalu memiliki tekad, semangat berlatih dan berjuang dalam menempuh pendidikan. Mereka juga harus menyiapkan diri dengan perkembangan situasi saat ini.

"Saya titipkan Negeri ini kepada kalian. Jangan ada yang boleh mencuri negeri ini," tegas Menhan Prabowo
Turut hadir mendampingi Menhan Prabowo dalam kegiatan tersebut yaitu Wamenhan Letjen TNI M. Herindra, AK Menhan Bid Jamenhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Irjen Kemhan, Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, dan Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Octavian. (nhn/yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































