Rayakan HUT TNI ke-80, Ratusan Sekolah Ikuti Lomba Baris-Berbaris di Poltekad
Malang, IDM – Ribuan siswa mengikuti Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) TNI AD, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu, (4/10).
Acara tersebut diselenggarakan Poltekad dalam rangka perayaan HUT ke-80 TNI dan hari jadi ke-37 Poltekad yang diikuti 134 tim dari 102 sekolah se-Jawa Timur, yang terdiri dari Sekolah Tingkat Dasar (SD), Sekolah Tingkat Menengah Pertama (SMP), dan Menengah Atas (SMA).
Dalam perlombaan itu para siswa menggunakan kostum yang beragam. Mereka menampilkan sejumlah gerakan formasi baris-berbaris yang dinilai langsung oleh perwakilan dari TNI. Selain itu, pada akhir acara masing-masing tim juga diwajibkan untuk menunjukan kekompakannya dengan menyanyikan yel-yel di hadapan seluruh peserta.
Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Yudha Dharma Pratama dan Samkaryanugraha
Acara yang diselenggarakan rutin setiap tahun ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki kedisiplinan tinggi, dan cinta tanah air, serta menjadi perekat antarpelajar. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































