IN FRAME

Ragam Atraksi Warnai HUT ke-80 TNI

HUT ke-80 TNI01 / 08
(IDM/Faisal Ramadhan)
GALERI · FOTO 01 / 08
HUT ke-80 TNI

Ragam Atraksi Warnai HUT ke-80 TNI

(IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Beragam atraksi ditampilkan saat upacara peringatan HUT ke-80 TNI di kawasan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10). Atraksi tersebut bertujuan untuk memeriahkan rangkaian acara peringatan HUT ke-80 TNI.

Secara keseluruhan, TNI menurunkan 143 pesawat dalam perayaan kali ini, terdiri atas pesawat tempur, angkut, helikopter, dan tim aerobatik Jupiter.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-80 TNI di Monas

Dalam atraksi tersebut juga ditampilkan simulasi penanggulangan teror yang melibatkan pasukan gabungan dari tiga matra. Dalam simulasi tersebut, prajurit memperagakan penyelamatan sandera, evakuasi korban, serta pengamanan korban, menegaskan kesiapan TNI dalam menjaga keamanan. (IDM/Faisal Ramadhan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.