Prosesi Pemakaman Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata
Jakarta, IDM – Personel TNI membawa peti jenazah Menteri Pertahanan periode 2014–2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, saat upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Senin (1/6). Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5), setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyelenggarakan rangkaian upacara penghormatan, persemayaman, hingga pemakaman militer bagi almarhum. Jenazah disemayamkan di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Kementerian Pertahanan, Jakarta, sebelum diberangkatkan menuju TMP Kalibata.
Baca Juga: Benteng Langit Nusantara Semakin Kokoh, Indonesia Resmi Miliki Deretan Alutsista Udara Baru
Sebelumnya upacara pelepasan jenazah dari Kementerian Pertahanan dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan, sementara prosesi pemakaman militer di TMP Kalibata dipimpin oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia selaku inspektur upacara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































