Presiden Prabowo Resmi Buka Indo Defence Expo & Forum 2025
Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin secara resmi membuka pameran industri pertahanan Indo Defence Expo & Forum 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (11/6).
Acara tahun ini diikuti 1.180 perusahaan dari 55 negara, menjadikan ajang ini sebagai pameran pertahanan terbesar di kawasan. Sejumlah negara, seperti Turki, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Prancis, hadir untuk memamerkan keunggulan teknologi dan produk pertahanan masing-masing.
Usai membuka pameran, Prabowo meninjau berbagai stand peserta, dan bertemu dengan para kepala delegasi dari negara-negara peserta.
Baca Juga: Berbagai Persiapan Jelang Perhelatan Indo Defence 2024 di JIExpo Kemayoran
Dalam rangkaian kegiatan hari ini, Prabowo juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Sekretariat Industri Pertahanan Turki (Savunma Sanayii Başkanlığı/SSB).
MoU ini berkaitan dengan proyek pengadaan jet tempur generasi kelima buatan Turkish Aerospace Industries, KAAN. Pemerintah Turki diwakili oleh Presiden SSB, Haluk Görgün.(IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































