Presiden Prabowo Minta TNI Siapkan 20 Ribu Prajurit sebagai Penjaga Perdamaian

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan bakal berangkat ke Mesir untuk memenuhi undangan khusus menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gaza.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan Presiden Prabowo meminta Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita untuk menyiapkan 20 ribu prajurit sebagai pasukan penjaga perdamaian jika dibutuhkan.
“Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan hal tersebut bahwa kalau memang kemudian tercapai kesepakatan ke arah yang baik dalam artian terjadi perdamaian dan kemudian salah satu konsekuensinya adalah kita, Indonesia, diminta untuk ikut serta membantu mengirimkan pasukan perdamaian," ungkap Prasetyo usai rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10).
Baca Juga: 8 Dekade TNI: Kokoh Jatidiri, Kuat Bersama Rakyat
“Tadi juga dibahas dan diminta kepada Wakil Panglima TNI untuk juga mulai mempersiapkan diri. (Jadi) manakala dibutuhkan, kita sudah siap," ucap Prasetyo.
Adapun Prasetyo menyebut kehadiran Prabowo sangat diharapkan dalam pertemuan tersebut. Undangan ke KTT Gaza diterima presiden pada Sabtu (11/10).
"Memang juga agak mendadak kalau dari sisi waktu, tetapi bahwa undangan tersebut betul-betul memohon kesediaan kehadiran dari Bapak Presiden Prabowo karena itu bagian dari kelanjutan perundingan yang semoga insya Allah itu bisa membawa perdamaian di Palestina dan terutama di Gaza," ungkap Prasetyo.
Prasetyo menuturkan kedatangan Presiden Prabowo ke KTT Gaza untuk menjaga hubungan baik dengan negara peserta KTT di Mesir.
Baca Juga: Sosok Mayjen TNI Bangun Nawoko yang Dianugerahi Bintang Yudha Dharma Pratama dari Presiden Prabowo
Namun, Prasetyo belum bisa menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam KTT Gaza.
Diketahui, KTT perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh akan dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.
Pertemuan tersebut akan dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia dan juga Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































