Peringati Hari Pahlawan, TNI AL Gelar Upacara Tabur Bunga di Teluk Jakarta
Jakarta, IDM – Memperingati Hari Pahlawan, TNI Angkatan Laut (AL) menggelar upacara tabur bunga dari atas KRI Semarang-594 di Teluk Jakarta (10/11).
Tabur bunga dilakukan sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang gugur, khususnya dalam pertempuran di laut.
Upacara dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan dihadiri perwakilan dari Kementerian Sosial, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Polri, dan sejumlah lembaga negara.
Baca Juga: TNI AL dan Angkatan Laut Rusia Rampungkan Fase Laut Latma Orruda 2024
Tema peringatan Hari Pahlawan yang diusung TNI tahun ini adalah, "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu” yang mengajak masyarakat untuk menghormati, meneladani, dan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Rangkaian upacara meliputi penghormatan, mengheningkan cipta, pelarungan karangan bunga, dan doa untuk para pahlawan. Acara diakhiri tabur bunga oleh inspektur upacara, pejabat, dan para tamu undangan. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































