Penampilan Pasukan Kopaska saat Simulasi Perang Khusus
Jakarta, IDM - Sejumlah adegan atraksi pasukan Kopaska yang ditampilkan saat pembukaan acara penyematan brevet Komando Pasukan Katak (Kopaska) kepada empat perwira tinggi (Pati) TNI AL di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta, Jumat (31/3).
Acara yang bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-61 Kopaska tersebut menampilkan simulasi perang khusus yang dilakukan oleh sejumlah prajurit Kopaska.
Dalam aksi itu, para prajurit mencoba melakukan serangan kepada sejumlah kawanan teroris yang menduduki kawasan dermaga Pondok Dayung dengan menghujani sejumlah tembakan serta melakukan peledakan bom di lokasi tersebut. Kawanan teroris itu pun melakukan perlawanan dengan menembaki para prajurit dari jarak jauh. Alhasil, baku tembak pun terjadi selama beberapa menit. Tak lama berselang, serangan cepat dilakukan para prajurit kopaska dengan menggunakan tiga mobil taktis untuk menyerbu para teroris yang sedang bersembunyi. Pada akhirnya, dalam adegan tersebut prajurit Kopaska akhirnya berhasil memenangkan pertempuran dan mampu merebut kembali kawasan dermaga Pondok Dayung. (Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































