Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592
Semarang, IDM – Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3).
Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi masyarakat yang ingin berlebaran di kampung halaman tanpa dibebani biaya tinggi.
KRI Banjarmasin-592 berlayar dari Jakarta menuju Semarang dan Surabaya. Kapal ini nantinya akan kembali ke Jakarta, namun khusus mengangkut pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Program ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghindari kemacetan jalur darat dan risiko kecelakaan di jalan raya.
Pada perjalanan ini, kapal mengangkut sebanyak 1.638 penumpang, dan 499 unit sepeda motor. Dengan adanya fasilitas ini, para pemudik, terutama pemilik kendaraan roda dua, dapat lebih nyaman dan aman dalam merencanakan perjalanan mereka.
Baca Juga: Jaga Tradisi Mudik Bersama, Mabesad Berangkatkan 1.467 Pemudik
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, program mudik bersama TNI AL juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta membantu meringankan beban ekonomi para pemudik.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama musim mudik lebaran. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































