Pementasan Teater "Jalasena Laksamana Malahayati"
Jakarta, IDM - TNI Angkatan Laut mempersembahkan pertunjukan teater dengan tema "Jalasena Laksamana Malahayati" di Graha Bhakti Budaya (GBD), Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (8/9). Acara ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-78 TNI AL.
Laksamana Malahayati adalah panglima armada laut perempuan pertama di dunia, yang berasal dari Kesultanan Aceh Darussalam.
Banyak hal menarik yang ditampilkan dalam pementasan tersebut. Selain adegan pertempuran kolosal yang menggambarkan prajurit Inong Balee dengan serdadu asing, juga ditampilkan replika kapal perang ke atas panggung pertunjukan.
Melalui pertunjukan Jalasena Laksamana Malahayati, TNI AL ingin membagi kisah heroik perempuan Aceh itu, sebagai simbol semangat pantang menyerah yang akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi muda. Pertunjukan ini juga merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan bagi perempuan kelahiran 1 Januari 1550 tersebut. Malahayati wafat pada 30 Juni 1615.
Baca Juga: Skatek 042 Tingkatkan Kemampuan Pesawat Tempur F-16 TNI AU Lewat Falcon Star eMLU
Pementasan teater Jalasena Laksamana Malahayati TNI AL menggandeng sejumlah artis papan atas seperti, Marcella Zeilanty yang merupakan produser sekaligus sebagai pemeran utama dalam cerita ini. Arswendi Bening sebagai Sultan Aceh; Cut Mini sebagai ibu Malahayati; Teuku Rifnu Wikana berperan sebagai suami Malahayati, dan Aulia Sarah yang memerankan Cut Limpah.
(IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































