Pembukaan Wisata Edukasi "Lorong Sejarah" di Kementerian Pertahanan
Jakarta, IDM – Sejumlah pengunjung mengamati infografis sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, di "Lorong Sejarah", Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (25/1).
Lorong Sejarah merupakan salah satu area di Kementerian Pertahanan, yang khusus menampilkan berbagai artefak dan data historis perjuangan bangsa Indonesia, mulai dari tahun 1945 hingga 2019.
Gagasan Lorong Sejarah pertama kali diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Di masa kepemimpinan Sjafrie Sjamsoeddin, keinginan Prabowo tersebut akhirnya terealisasi.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis di Kapal Perang KRI Banda Aceh-593
Lorong Sejarah telah resmi dibuka untuk publik setiap hari Sabtu, satu kali dalam sebulan dan tanpa dikenakan biaya. Dalam acara pembukaan, wisata edukasi ini mengundang 150 orang pengunjung, yang dibagi ke dalam lima gelombang. Setiap gelombang terdiri 30 orang, dengan durasi kunjungan 45 hingga 60 menit.
Selain menikmati pameran Lorong Sejarah, pengunjung juga dapat mengikuti tur keliling area kantor Kementerian Pertahanan. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































