Pembekalan Liputan Daerah Konflik bagi Jurnalis bersama Korpasgat TNI AU
Jakarta, IDM – Sebanyak 30 jurnalis dari berbagai media massa mengikuti simulasi peliputan di daerah konflik yang digelar oleh Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) bekerjasama dengan Brigade Parako 1 Pasgat TNI Angkatan Udara di Markas Brigade Parako 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (12/6). Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai situasi yang berpotensi dihadapi wartawan saat menjalankan tugas peliputan di wilayah rawan konflik dan operasi militer.
Dalam kegiatan itu, para peserta mendapat pendampingan dari personel Brigade Parako 1 Pasgat yang berperan sebagai pengawal sekaligus instruktur lapangan. Jurnalis diperkenalkan pada berbagai prosedur keselamatan, mulai dari teknik bergerak di area berisiko tinggi hingga langkah-langkah perlindungan diri ketika berada di tengah situasi pertempuran. Simulasi dibuat menyerupai kondisi nyata guna meningkatkan pemahaman peserta terhadap dinamika peliputan di medan konflik.
Baca Juga: Usai Berbaris Tegap Angkat Senjata, Ribuan ASN Komcad Larut dalam Pelukan Haru Keluarga
Selain mendapatkan materi teori, para jurnalis juga mengikuti simulasi pertempuran jarak dekat dan patroli hutan. Dalam skenario tersebut, peserta diajak memahami cara berkoordinasi dengan aparat keamanan, mengenali potensi ancaman, serta mengambil keputusan cepat dalam situasi yang berubah secara dinamis. Latihan ini bertujuan membekali wartawan dengan kemampuan dasar untuk menjaga keselamatan diri tanpa mengabaikan tugas jurnalistik di lapangan.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme jurnalis saat menjalankan peliputan di daerah konflik maupun wilayah dengan tingkat risiko keamanan tinggi. Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap prosedur keamanan dan karakteristik operasi lapangan, wartawan diharapkan mampu menjalankan tugas peliputan secara efektif, akurat, dan tetap mengutamakan keselamatan selama bertugas.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































