Pembekalan Bela Negara Pengelola Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di Pusdikkes
Jakarta, IDM – Para peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti program Latihan Bela Negara dan Manajerial bagi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pusdikkes Puskesad, Kramat Jati, Jakarta, Selasa (30/6).
Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi mengubah konsep pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program yang sebelumnya menggunakan konsep Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini bertransformasi menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial dengan penekanan pada pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas kepemimpinan.
Perubahan tersebut ditunjukkan saat Kemhan mengajak sejumlah awak media meninjau langsung kegiatan para peserta SPPI di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad).
Dalam konsep baru ini, pelatihan lebih difokuskan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan mengelola koperasi. Materi yang sebelumnya bernuansa kemiliteran dikurangi secara signifikan, termasuk ditiadakannya latihan menembak maupun berbagai aktivitas taktis lainnya.
Baca Juga: Latsarmil Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih
Porsi latihan fisik juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing peserta. Kebijakan tersebut diterapkan untuk meminimalkan risiko selama proses pendidikan sekaligus memastikan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal.
Selama menjalani pendidikan, para peserta tetap dibina untuk menerapkan disiplin dan kekompakan dalam setiap aktivitas, mulai dari kegiatan di ruang kelas hingga saat menjalani jadwal makan bersama. Di dalam kelas, peserta mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan dan manajemen koperasi dari para pemateri yang kompeten.
Sementara itu, peserta yang mengalami gangguan kesehatan memperoleh penanganan medis secara langsung. Mereka segera dibawa ke rumah sakit Pusdikkes Puskesad untuk mendapatkan perawatan sehingga kondisi kesehatannya dapat terus dipantau selama mengikuti program pelatihan.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































