Panen Padi untuk Program Ketahanan Pangan Nasional di Lanud Halim Perdanakusuma
Jakarta, IDM – Petani beraktivitas saat panen padi di Taman Wisata Edukasi Pertanian Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, (28/2).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan Dinas Potensi Dirgantara (Dispotdirga) Lanud Halim Perdanakusuma.
Kelompok tani 'Tengah Kota' menjadi mitra dalam pengelolaan lahan pertanian seluas 6,5 hektare. Panen dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra.
Baca Juga: Melihat Pemeliharaan Tingkat Sedang Pesawat Hercules hingga Super Tucano di Skadron Teknik 022
Hasil panen dari Halim Farm ini akan dimanfaatkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar, dan ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan itu nampak hadir Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tedi Rizalihadi; Irjenau Aslog Kasau; Aspotdirga Kasau; Kas Koopsudnas; Pangkoopsud I; Kapuspotdirga; Kadisbtbau; dan para pejabat di jajaran TNI AU. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta; Kepala BPSIP DKI Jakarta; serta pejabat pemerintah daerah Jakarta Timur. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































