Operasi Khusus Rusia di Ukraina Diperkirakan Menelan Biaya Hingga $211 Miliar

Jakarta, IDM - Otoritas pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Rusia sudah menghabiskan sekitar $211 miliar untuk perlengkapan militer dan mengerahkan pasukannya dalam 'operasi khusus' di Ukraina.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (17/2), konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir dua tahun itu juga diperkirakan membuat Rusia kehilangan puluhan ribu tank sehingga memaksa mereka untuk menggunakan tank era Uni Soviet. Otoritas yang disembunyikan namanya itu menyebut Rusia juga kehilangan lebih dari $10 miliar karena penjualan senjata yang dibatalkan atau ditunda.
Baca Juga: Junta Myanmar Resmikan Peraturan Wajib Militer untuk 60.000 Orang
“Saya rasa kita belum membicarakan banyak hal mengenai kerugian yang telah dan terus ditanggung Rusia,” katanya.
Ia melanjutkan, konflik tersebut juga membuat 315.000 tentara Rusia terbunuh atau terluka dan pertumbuhan ekonominya mengalami kerugian sekitar $1,3 triliun. Selain itu, Ukraina pun berhasil menghancurkan atau merusak setidaknya 20 kapal Angkatan Laut Rusia berukuran sedang hingga besar dan satu kapal tanker di Laut Hitam.
Baca Juga: Mesir disebut Bangun Fasilitas Pengungsian di Perbatasan Gaza
Sementara, Presiden Joe Biden kini sedang berusaha mendorong Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk menyetujui rencana bantuan keamanan internasional senilai $95 untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan. Sebab, bantuan dana dan persenjataaan dari sekutu Barat sangatlah dibutuhkan oleh pemerintaan Volodymyr Zelensky. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































