Sampaikan Duka Cita dan Doa, KSAU Melayat ke Rumah Kapten Pnb Allan Syafitra
Jakarta, IDM - Kabar duka baru saja menimpa TNI Angkatan Udara. Pesawat tempur T-50i Golden Eagle TT-5009 jatuh di Desa Nginggil, Kradenan Blora, Jawa Tengah, Senin (18/7) malam.
Pilot atas nama Lettu Pnb Allan Syafitra Indra Wahyudi dinyatakan meninggal. Kesedihan buka hanya dirasakan keluarga Allan, namun sejumlah pihak turut berduka atas peristiwa tersebut.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo didampingi Ketua Umum PIA Ardhya Garini Inong Fadjar Prasetyo melaksanakan takziah ke rumah duka keluarga Kapten Pnb Anumerta Allan Syafiltra di Komplek Trikora Halim Perdanakusuma dengan menemui orang tua almarhum, Kolonel Kal Mujianto beserta istri, Jakarta (20/7).

Kepada orang tua Fadjar sampaikan bela sungkawa dan kebanggaan atas pengabdian serta dedikasi almarhum selama berdinas di TNI AU.

Pada kesempatan lain, Fadjar beserta isteri juga melaksanakan takziah kepada istri almarhum Dianka Firsta Brestianti di Komplek Lanud Iswahjudi guna menyampaikan secara langsung bela sungkawa dan rasa kebanggaan atas kinerja almarhum selama bertugas di jajaran pesawat tempur TNI AU. (GIN)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































