Momen Kedatangan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens di Jakarta, Setelah Dibebaskan TPNPB-OPM
Jakarta, IDM – Pilot Susi Air, Phillip Mark Mehrtens berjalan bersama petugas menuju ruang transit setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, (21/9).
Philip warga negara Selandia Baru, baru saja dibebaskan dari penyanderaan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Ia disandera sejak Februari 2023, sesaat setelah mendaratkan pesawat jenis Pilatus Porter PC-6 di lapangan terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Pembebasan Philip telah melalui serangkaian negosiasi intensif dan operasi penyelamatan yang dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri dalam Satgas Damai Cartenz 2024. Ia berhasil dijemput di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga.
Baca Juga: Kapal Induk Italia ITS Cavour C-550 Bersandar di Jakarta
Setelah diselamatkan, Philip langsung diterbangkan ke Markas Brimob Batalyon B di Timika untuk menjalani pemeriksaan medis dan pendampingan psikologis. Langkah ini penting untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya setelah lebih dari setahun berada dalam situasi penyanderaan yang menegangkan. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































