IN FRAME

Modernisasi C-130 Hercules Perkuat Kesiapan Armada TNI Angkatan Udara

Modernisasi C-130 Hercules01 / 08
(IDM/Muhammad Hidayat)
GALERI · FOTO 01 / 08
Modernisasi C-130 Hercules

Modernisasi C-130 Hercules Perkuat Kesiapan Armada TNI Angkatan Udara

(IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM – PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia terus memperkuat perannya dalam mendukung kesiapan alutsista TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui program modernisasi pesawat C-130 Hercules. Terbaru, GMF menyelesaikan modernisasi C-130H dengan nomor registrasi A-1319 yang diserahkan kepada Kementerian Pertahanan di Hanggar 4 GMF AeroAsia, Cengkareng, Tangerang, Rabu (19/8).

Modernisasi C-130H A-1319 mencakup sejumlah pekerjaan utama, mulai dari penggantian Center Wing Box (CWBR), peningkatan sistem avionik melalui Avionic Upgrade Program (AUP), hingga Structural Integrity Program (SIP). Pekerjaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keandalan struktur dan sistem pesawat sekaligus memperpanjang usia operasional Hercules hingga sekitar 15–20 tahun.

Program tersebut menjadi bagian dari kontrak Kementerian Pertahanan untuk melakukan modernisasi terhadap delapan unit pesawat Hercules milik TNI AU. A-1319 menjadi pesawat kedua yang dikerjakan GMF setelah sebelumnya menyelesaikan pekerjaan Center Wing Box pada C-130H A-1315 yang diserahterimakan pada Maret 2023.

Baca Juga: Langit Jakarta Bergemuruh, 81 Alutsista TNI Unjuk Kekuatan di Hari Kemerdekaan

Selain menghasilkan peningkatan pada kemampuan dan usia pakai pesawat, pelaksanaan proyek juga menunjukkan adanya perkembangan efisiensi pengerjaan. Modernisasi pesawat kedua membutuhkan waktu sekitar 36 bulan, sedangkan pengerjaan pesawat ketiga dan keempat ditargetkan dapat dipangkas menjadi sekitar 18 bulan dan diselesaikan pada 2026. Percepatan tersebut menjadi indikator meningkatnya pengalaman dan penguasaan teknologi GMF dalam menangani pekerjaan pesawat militer dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Program modernisasi C-130H juga menjadi bagian dari skema offset yang mendorong keterlibatan sumber daya manusia dan kemampuan industri dalam negeri. A-1319 tercatat sebagai pesawat prototipe pertama yang menjalani modifikasi besar di luar fasilitas pabrikan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin. Keberhasilan pengerjaan tersebut memperlihatkan semakin luasnya kemampuan industri pertahanan nasional dalam melaksanakan pemeliharaan dan modernisasi alutsista secara mandiri, sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas industri penerbangan dalam negeri di masa mendatang.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.