Meriahkan HUT ke-80 dengan TNI Fair 2025
Jakarta, IDM – Sejumlah alutsista TNI dipamerkan saat TNI Fair di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (20/9). Tiga matra TNI, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, menggelar pameran alutsista beserta stan edukasi yang berlangsung hingga 21 September 2025 dalam rangka menyambut HUT ke-80 TNI dengan mengusung tema “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju”, TNI Fair 2025 diharapkan menjadi ruang interaksi antara prajurit dan masyarakat serta memperkuat rasa cinta tanah air di momentum HUT ke-80 TNI.
TNI Fair 2025 memeriahkan penjuru Silang Monas dengan beragam peralatan tempur modern, atraksi hiburan, serta wahana interaktif yang terbuka untuk masyarakat. Para pengunjung menjajal secara langsung, mulai dari memanjat kendaraan lapis baja, masuk ke dalam kabin mobil taktis, hingga duduk di kursi kokpit alutsista yang dipamerkan.
Baca Juga: Ragam Alusista Mulai Berdatangan Jelang Perayaan HUT TNI ke-80 di Monas
Selain pameran alutsista, TNI Fair juga menghadirkan beragam stan edukasi mengenai sejarah terbentuknya TNI, kiprah prajurit dalam menjaga kedaulatan bangsa, hingga modernisasi peralatan senjata. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































