Menhan Sjafrie Tinjau Skadron Udara 12 yang Operasikan Jet Tempur Rafale, Tekankan Kesiapsiagaan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyempatkan meninjau Skadron Udara 12 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (6/8), setelah acara Latihan Terintegrasi TNI 2026.
Skadron Udara 12 merupakan skadron yang mengoperasikan jet tempur terbaru TNI Angkatan Udara, Dassault Rafale.
Baca Juga: TNI Gelar Latihan Penanggulangan Gempa Megathrust dan Tsunami Jawa Bali
Menhan Sjafrie mengatakan, sebagai salah satu satuan pertahanan udara, Skadron Udara 12 memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, khususnya di kawasan barat Indonesia.

Sjafrie juga menekankan kemampuan tempur dan kesiapsiagaan satuan harus senantiasa terpelihara.
Baca Juga: TNI AU Tingkatkan Kompetensi Personel Intelijen di Bidang Operasi hingga Hukum Udara
“Kemampuan tempur dan kesiapsiagaan satuan harus mampu menghadapi setiap dinamika serta ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Sjafrie, dikutip dari keterangannya, Jumat (7/8).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan RI untuk terus memperkuat kapabilitas satuan pertahanan udara sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga kedaulatan negara.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































