Kesiapan operasional TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mengawaki Rafale semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penerbang yang mampu mengoperasikan pesawat tempur teranyar asal Prancis tersebut.
Kehadiran Rafale di Skadron Udara 12 bukan sekadar pergantian alutsista dari Hawk menuju pesawat tempur yang lebih modern. Di belakangnya terdapat proses yang jauh lebih besar: mempersiapkan penerbang, teknisi, infrastruktur, prosedur, hingga membangun budaya operasi yang mampu mengikuti lompatan teknologi tersebut.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyempatkan meninjau Skadron Udara 12 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (6/8), setelah acara Latihan Terintegrasi TNI 2026.
Skadron Udara 12 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, akan menyiapkan setidaknya 12 penerbang atau pilot untuk Rafale, jet tempur terbaru TNI AU.
Tonggak sejarah ditorehkan oleh empat penerbang Skadron Udara 12 setelah berhasil melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur terbaru milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), Rafale.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) secara resmi telah memindahkan operasional pesawat tempur Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Makassar menuju Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) bakal mengerahkan pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 dan Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 dalam demo udara peringatan HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober 2025.
Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi meninjau langsung perkembangan pembangunan infrastruktur pendukung pengoperasian pesawat tempur Rafale di Lanud Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru.