Terbang Solo dengan Rafale, Empat Penerbang Skadron Udara 12 Tuntaskan Program Konversi Batch C

Jakarta, IDM – Kesiapan operasional TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mengawaki Rafale semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penerbang yang mampu mengoperasikan pesawat tempur teranyar asal Prancis tersebut.
Sebanyak empat penerbang Skadron Udara 12 berhasil melaksanakan terbang solo sebagai bagian dari penyelesaian Program Konversi Batch C Rafale. Keempat penerbang itu adalah Mayor Pnb M. Reza Sapta N., Mayor Pnb Fero Ahmando, Mayor Pnb M. Teguh Eko P., dan Kapten Pnb Ghazi Umar Marsuq.
Baca Juga: Mengapa Kodam Baru Perlu Dibentuk? Ini Penjelasan TNI AD
Sebagai tanda penghargaan dan simbol keberhasilan, mereka berhak memperoleh patch Rafale. Prosesi penyematan patch berlangsung di Hanggar Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Tempur Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (5/10) dan dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris.

Danlanud menegaskan, rampungnya program konversi tersebut harus menjadi dorongan bagi para penerbang untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional. “Pencapaian tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin, profesionalisme, serta kesiapan dalam menghadapi setiap tuntutan tugas,” jelas Abdul Haris dikutip dari unggahan Instagram @lanud_roesmin_nurjadin, Selasa (6/10).
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan keempat penerbang tidak hanya menjadi kebanggaan bagi individu serta Skadron Udara 12, tetapi menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.
Baca Juga: TNI AD Ungkap Harapan di Balik Pembentukan 6 Kodam Baru
“Junjung tinggi keselamatan terbang dan kerja, terus belajar, serta menjaga profesionalisme sebagai prajurit TNI AU yang mengawaki alutsista modern,” pungkas Danlanud Roesmin Nurjadin.
Enam unit Rafale yang ada saat ini telah dioperasikan Skadron Udara 12 sebagai bagian dari penguatan kekuatan tempur TNI Angkatan Udara. Keenam pesawat tersebut secara resmi diserahkan kepada TNI AU oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Mei 2026. Secara total, Indonesia diketahui memesan 42 unit pesawat tempur generasi 4,5 itu melalui kontrak yang ditandatangani Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Dassault Aviation pada Februari 2022.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































