Empat Penerbang Tempur Skadron Udara 12 Berhasil Terbang Solo dengan Rafale

Jakarta, IDM – Tonggak sejarah ditorehkan oleh empat penerbang Skadron Udara 12 setelah berhasil melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur terbaru milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), Rafale.
Melansir keterangan Penerangan Grup 3 Tempur, yang dikutip dari unggahan Instagram @grup_3_tempur_koopsau, Selasa (28/4), nama-nama keempat penerbang itu adalah Letkol Pnb Oliv Rizando, Letkol Pnb Rakhmanto Jati, Mayor Pnb Reza Yori, dan Mayor Pnb Andy Paulus.
Penerbangan solo merupakan penanda bahwa seorang penerbang telah mampu menguasai pesawat secara mandiri. Tradisi ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mencetak penerbang tempur yang andal, profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas.
Baca Juga: TNI AD Buka Rekrutmen Prajurit Bintara PK Wanita, Catat Tanggalnya
“Penguasaan pesawat tempur Rafale menuntut kemampuan teknis, ketahanan fisik, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam berbagai situasi penerbangan,” jelas Penerangan Grup 3 Tempur.
Keberhasilan para penerbang tempur TNI AU itu sekaligus menegaskan kesiapan Grup 3 Tempur dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan udara yang semakin kompleks. Di sisi lain, capaian tersebut mencerminkan dedikasi, disiplin, serta profesionalisme tinggi para penerbang di lingkungan Skadron Udara 12.
Momentum bersejarah itu kemudian ditandai dengan upacara sederhana yang dipimpin oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris di hanggar Skadron Udara 12, Pekanbaru, Senin (27/4).
Baca Juga: TNI Kerahkan Personel Jaga Titik Strategis Jelang Peringatan “May Day”
Pengiriman Bertahap
Sebanyak tiga pesawat tempur Rafale, yang merupakan pengiriman tahap pertama, dilaporkan telah mendarat perdana di Lanud Roesmin Nurjadin pada Januari 2026.

Kehadiran ketiga Rafale tersebut merupakan realisasi kontrak yang sebelumnya diteken oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Dassault Aviation, pabrikan Rafale asal Prancis, pada Februari 2022. Melalui kontrak tersebut, Indonesia memesan sebanyak 42 unit pesawat.
Baca Juga: TNI AD Terjunkan 156 Prajurit, Bantu Evakuasi Korban Tabrakan KA di Bekasi Timur
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Sirait sebelumnya mengungkap rencana kehadiran tiga unit Rafale berikutnya diperkirakan tiba pada pertengahan 2026.
“Kita mengharapkan batch berikutnya akan hadir mungkin pertengahan tahun. Batch kedua ini kemungkinan tiga (Rafale) lagi, jadi baru enam. Demikian seterusnya sampai beberapa periode ke depan,” ujar Rico saat ditemui di Jakarta pada 25 Februari 2026.
TNI Angkatan Udara dilaporkan akan menyiapkan tiga skadron untuk mengoperasikan pesawat generasi 4,5 itu, salah satunya adalah Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































