Mengunjungi Kapal Perang Mendez Nunez di Pelabuhan Tanjung Priok
Jakarta, IDM – Sejumlah warga mengunjungi Kapal Angkatan Laut Spanyol ESPS Mendez Nunez (F104) di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (27/6). Kapal ini dibuka bagi masyarakat umum yang ingin melihat langsung kapal perang secara gratis.
Tur di atas kapal dibuka sejak siang hingga sore hari. Para pengunjung dipandu langsung oleh salah satu perwira senior kapal di setiap sesi kunjungan. Dalam tur tersebut, tamu-tamu diajak menjelajahi sejumlah area penting, mulai dari dek helikopter, sistem senjata, hingga anjungan navigasi.
Kedatangan kapal tersebut di Jakarta, merupakan rangkaian pelayaran kelompok kapal induk Spanyol di kawasan Indo-Pasifik. Setelah dari Indonesia, kapal dijadwalkan melanjutkan pelayaran ke Australia pada 1 Juli 2025.
Baca Juga: Kapal Perang Kerajaan Inggris HMS Richmond Bersandar di Jakarta
Mendez Nunez merupakan kapal fregat multiperan, namun keunggulan utamanya terletak pada sistem pertahanan udara. Dalam strategi tempur kapal Nunez Mendez menjadi tameng untuk melindungi kapal induk atau kapal pasukan dari serangan udara. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































