IN FRAME

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia01 / 01
Komandan KRI Bung Tomo-357, Kolonel Laut (P) Rizki Prayudi. Foto IDM/Rayi Gigih)
GALERI · FOTO 01 / 01
Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia

Komandan KRI Bung Tomo-357, Kolonel Laut (P) Rizki Prayudi. Foto IDM/Rayi Gigih)

Natuna, IDM - Seperti apa KRI Bung Tomo ini? Mari mengenalnya lebih dekat…

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Meriam Oto Melara kaliber 76 mm milik KRI Bung Tomo-357. (Foto IDM/Rayi Gigih)

KRI Bung Tomo-357 merupakan kapal perang yang dibeli dari Inggris oleh TNI Angkatan Laut pada tahun 2013 lalu. Penamaan Bung Tomo baru dilakukan pada 4 Desember 2014 bersamaan dengan KRI Usman Harun.

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Pantauan radar KRI-Bung Tomo-357. (Foto IDM/Rayi Gigih)
Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Penentuan posisi koordinat KRI Bung Tomo-357 oleh awak kabin. (Foto IDM/Rayi Gigih)

Nama Bung Tomo yang dijadikan sebagai nama kapal yang bermarkas di Pangkalan Armada I, Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta, itu didasari karena kegigihan Bung Tomo.

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Seorang prajurit bersiap mengibarkan bendera merah dengan sandi "Bendera Bandung", sebagai tanda bersiap melakukan penyerangan terhadap kapal musuh. (Foto IDM/Rayi Gigih)

Bung Tomo yang lahir di Surabaya ini terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.KRI Bung Tomo memiliki panjang 95 meter, lebar 12,7 meter, dengan berat 2.300 ton. Dengan kemampuan mesin 4 x MAN 20 RK270 diesel, kapal ini memiliki kecepatan 30 knot.

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Salah satu prajurit TNI AL yang juga merupakan awak KRI Bung Tomo-357 melakukan simulasi Main Field Transit (MFT). Main Field Transit merupakan upaya awak KRI untuk menghindari sampai membersihkan ranjau laut. Hal ini dilakukan dengan dua cara, pertama dengan melakukan manuver KRI melewati ranjau, dan cara kedua dengan menggunakan water canon untuk memutus rantai ranjau yang diteruskan dengan tembakan senjata oleh prajurit ke arah ranjau. (Foto IDM/Rayi Gigih)
Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Seorang prajurit TNI AL melakukan pantauan target serangan menggunakan teropong di sisi lambung kiri KRI Bung Tomo-357. (Foto IDM/Rayi Gigih)

Misi pencarian pesawat dan jenazah AirAsia adalah misi yang pertama kalinya dilakukan kapal jenis multi-roll light frigat ini.

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Simulasi penurunan RIG atau Perahu Karet (PK) dari atas KRI Bung Tomo-357. (Foto IDM/Rayi Gigih)

Jumlah personel KRI Bung Tomo-357 memiliki jumlah ABK 85 prajurit, dengan rincian perwira 17 orang, bintara 40 orang, dan tamtama 28 orang. (rgp/wan)

Mengenal Lebih Dekat KRI Kebanggaan Indonesia
Salah seorang prajurit TNI AL melakukan simulasi serangan anti permukaan menggunakan Machine Gun kaliber 12,7 mm. (Foto IDM/Rayi Gigih)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.