Memperingati Hari Dharma Samudera di Teluk Jakarta
Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, memimpin upacara dan prosesi tabur bunga yang dilangsungkan dari KRI Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992, di Teluk Jakarta (15/1).
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera, yang mengangkat tema "Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern".
Hari Dharma Samudera diperingati setiap tanggal 15 Januari untuk mengenang peristiwa pertempuran di Laut Arafuru pada tahun 1962. Momen ini menjadi ajang penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa, serta menanamkan nilai-nilai luhur kepahlawanan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut.
Baca Juga: Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di Dapur Seskoal
Dalam acara itu juga, TNI AL meluncurkan sejumlah buku sejarah, di antaranya: "STC-9: Sisi Terang Pertempuran Laut Arafuru 1962", "Operasi Pembebasan Pembajakan MT Pematang 2004", "Bumi Hangus Cilacap 1947", dan "KRI Nala: Jejak Terakhir Kedaulatan Perairan Indonesia di Timor Timur". (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































