Makan Bergizi Gratis di Kapal Perang KRI Banda Aceh-593
Jakarta, IDM – Sejumlah siswa menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di KRI Banda Aceh 593, yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis (23/1/).
Program MBG itu diikuti ratusan anak dari berbagai sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) binaan Jalasenastri Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Kegiatan tersebut dilaksanakan di hanggar helikopter KRI Banda Aceh-593 yang disulap menjadi aula makan.
Menu yang disajikan dimasak sendiri oleh para juru masak KRI. Masing-masing anak mendapat nasi, sayur capcay, tahu, rolade ayam, telur, pisang, susu, dan pisang yang berasal dari pemanfaatan lahan melalui program ketahanan pangan Kolinlamil.
Baca Juga: TNI AL dan Nelayan Bahu-Membahu Bongkar Pagar Laut di Tangerang
Panglima Kolinlamil Laksamana Muda (Laksda) TNI Hudiarto Krisno Utomo mengatakan, kegiatan makan bergizi gratis kali ini sengaja dibuat berbeda dari biasanya. Selain mendapat makanan, para siswa juga diberikan pembelajaran tentang seluk-beluk dunia maritim. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































