Latsarmil Calon Pengelola Koperasi Desa Merah Putih
Jakarta, IDM – Para peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6). Sebanyak 674 peserta mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari pembinaan karakter guna membangun integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, serta empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai pengelola KDKMP.
Selama mengikuti pelatihan di markas Korps Marinir, para peserta menjalani berbagai kegiatan, mulai dari apel pagi, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga latihan menembak dengan senjata yang telah disiapkan personel Marinir. Rangkaian latihan dasar kemiliteran itu dijalani selama satu bulan sebagai bagian dari proses pembentukan mental, fisik, dan kepemimpinan peserta.
Baca Juga: PT PAL Siap Luncurkan Kapal Landing Dock untuk Angkatan Laut Filipina Akhir Juni 2026
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan memiliki jiwa nasionalisme, disiplin, serta tanggung jawab yang kuat saat kembali ke daerah masing-masing untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Selain membentuk karakter, pendidikan ini juga diharapkan memberi bekal pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat untuk diterapkan dalam mendukung pengembangan koperasi desa/kelurahan.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































