Latihan Penembakan Multiple Launch Rocket System Super Garuda Shield 2025
Baturaja, IDM – Personel Batalyon Roket 1 Marinir TNI Angkatan Laut menyiapkan roket ganda RM-70 pada latihan penembakan Multiple Launch Rocket System (MLRS) saat Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Baturaja, Sumatera Selatan, (1/9). Latihan ini memiliki nilai strategis untuk mengasah kemampuan tempur prajurit sekaligus memperlihatkan kesiapan serta daya tangkal alutsista TNI.
Kegiatan penembakan roket tersebut melibatkan satuan Batalyon Roket 1 Marinir, Batalyon Armed 10 Kostrad TNI Angkatan Darat bersama US Army. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat interoperabilitas kedua angkatan bersenjata dalam menghadapi berbagai tantangan operasi di medan pertempuran modern.
Baca Juga: Latihan Penembakan Mortir Super Garuda Shield 2025
Dalam latihan ini, Yonarmed 10 Kostrad TNI AD menembakkan Roket Astros II MK 6, sementara US Army mengerahkan sistem peluncur roket canggih HIMARS. Aksi demonstrasi kedua alutsista tersebut memperlihatkan kekuatan daya tembak serta keakuratan sistem persenjataan jarak jauh. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































