Latihan Penembakan Mortir Super Garuda Shield 2025
Baturaja, IDM – Personel TNI dari satuan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja melaksanakan latihan penembakan mortir dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Puslatpur Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, (31/8). Latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan naluri tempur dan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam sesi latihan tersebut, digunakan senjata bantuan infanteri berupa mortir Mo-3 kaliber 81 mm, yang merupakan senjata kelompok tingkat Batalyon Infanteri. Mortir ini berfungsi sebagai senjata lintas lengkung untuk menghancurkan sasaran kelompok dan mampu menggunakan berbagai tipe munisi kaliber 81 mm. Senjata ini juga dilengkapi bipod sebagai penopang saat pengoperasian.
Baca Juga: Simulasi Latihan Close Air Support dalam Super Garuda Shield 2025
Penembakan dilakukan secara bertahap atau satu per satu, dengan jarak tembak efektif mencapai hingga 6,5 kilometer. Latihan ini menjadi salah satu materi dalam Super Garuda Shield 2025 yang melibatkan berbagai satuan TNI dan bertujuan meningkatkan interoperabilitas serta kesiapsiagaan tempur pasukan. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































