KSAU Serahkan Bantuan Kendaraan Operasional Untuk Satuan Jajaran TNI AU
Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada sejumlah satuan jajaran TNI AU. Kali ini secara terpisah orang nomor satu di Angkatan Udara ini menyerahkan kendaraan dinas berupa bus khusus antar jemput personel dari dan ke pesawat dari terminal untuk Lanud Iswahjudi di Magetan dan Lanud Abdul Rachman Saleh di Malang.
Kondisi dan kesiapan bus telah dicek oleh Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsma TNI Tri Akhmad Rubangi di Lanud Iswahjudi dan Lanud Abdulrachman Saleh, Jumat (25/2). Ikut mendampingi, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Mochammad Untung Suropati dan Danlanud Abd Saleh Marsma TNI Zulfahmi.

Bus yang berfungsi sebagai penjemputan dan pengantaran penumpang dari dan ke pesawat ini memiliki spesifikasi panjang 12 m, lebar 2,5 m, mesin 7500 cc dan berkapasitas 51 penumpang.
Diharapkan kendaraan dinas yang diserahkan dapat mendukung operasional satuan, terutama untuk mendukung pengantaran dan penjemputan penumpang pesawat TNI AU.
Fadjar meminta agar kendaraan dirawat dan dipelihara dengan sebaik-baiknya, sehingga keberadaannya dapat digunakan secara optimal dalam waktu yang lama. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































